LENSA BALI

Hot



Jumat, 17 Juli 2026

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗥𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗣𝗮𝗿𝗶𝗽𝘂𝗿𝗻𝗮 𝗗𝗣𝗥𝗗, 𝗥𝗮𝗻𝗽𝗲𝗿𝗱𝗮 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴𝗷𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻 𝗔𝗣𝗕𝗗 𝟮𝟬𝟮𝟱 𝗗𝗶𝘀𝗲𝗽𝗮𝗸𝗮𝘁𝗶

Juli 17, 2026 0
Bupati Satria Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disepakati

DENPASAR, Lensabali.id - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Rapat Paripurna II Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 yang berlangsung di Ruang Sabha Nawa Natya, Gedung DPRD Kabupaten Klungkung, Kamis (16/7/2026). Agenda utama rapat tersebut adalah penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Klungkung Tahun Anggaran 2025.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, didampingi Wakil Ketua II DPRD Tjokorda Gede Agung. Hadir pula anggota DPRD, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Penetapan Ranperda ini menjadi tahapan penting dalam siklus pengelolaan keuangan daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan program dan penggunaan anggaran selama tahun 2025. Proses pembahasan yang telah berlangsung sebelumnya akhirnya mencapai kesepakatan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah menyelesaikan pembahasan Ranperda sesuai jadwal yang ditetapkan. Menurutnya, berbagai pandangan, kritik, usulan, dan masukan yang muncul selama proses pembahasan merupakan bagian penting dari mekanisme demokrasi yang sehat.

"Selanjutnya, Ranperda ini akan kami sampaikan kepada Gubernur Bali untuk dievaluasi sesuai amanat peraturan perundang-undangan sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Dengan ditandatanganinya persetujuan bersama ini, secara formal kita dapat mengetahui target pembangunan yang telah terlaksana serta hal-hal yang belum berhasil dicapai pada tahun 2025," ujar Bupati Satria.

Ia menegaskan, hasil evaluasi terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 akan menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik. Evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Bupati Satria Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disepakati

Berdasarkan Ranperda yang telah disepakati, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Klungkung tahun 2025 mencapai lebih dari Rp1,4 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp495 miliar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp913 miliar lebih, serta lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp14 juta lebih.

Sementara itu, realisasi belanja daerah juga mencapai lebih dari Rp1,4 triliun yang terdiri atas belanja operasi sebesar Rp1,1 triliun lebih, belanja modal sebesar Rp118 miliar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp1,8 miliar lebih, dan belanja transfer sebesar Rp148 miliar lebih. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Klungkung.

Pada sektor pembiayaan daerah, pembiayaan netto terealisasi sebesar Rp72,9 miliar lebih yang berasal dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp82,2 miliar lebih dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp9,3 miliar lebih. Dari hasil perhitungan tersebut, tercatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp30,2 miliar lebih.

Pemerintah daerah menjelaskan bahwa SiLPA tersebut telah dialokasikan untuk mendukung sejumlah program pada APBD Induk Tahun Anggaran 2026 dan akan kembali dicermati dalam penyusunan Perubahan APBD Tahun 2026. Rapat paripurna kemudian ditutup dengan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama antara Bupati Klungkung dan pimpinan DPRD sebagai simbol sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Klungkung. (*/ap)
Read More

Kamis, 16 Juli 2026

𝗦𝗶𝗺𝘂𝗹𝗮𝘀𝗶 𝗔𝗜 𝗖𝗹𝗮𝘂𝗱𝗲 𝟱𝟬 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗞𝗮𝗹𝗶 𝗣𝗿𝗲𝗱𝗶𝗸𝘀𝗶 𝗦𝗽𝗮𝗻𝘆𝗼𝗹 𝗧𝗮𝗸𝗹𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗿𝗴𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗮 𝗱𝗶 𝗙𝗶𝗻𝗮𝗹

Juli 16, 2026 0
Simulasi AI Claude 50 Ribu Kali Prediksi Spanyol Taklukkan Argentina di Final


Lensabali.id - Menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, sebuah simulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) menarik perhatian publik. Melalui 50.000 simulasi turnamen, model AI Claude memprediksi Spanyol memiliki peluang terbesar untuk keluar sebagai juara dunia.

Prediksi tersebut dibuat oleh Senior iOS Engineer sekaligus penggemar teknologi, Divyesh Vekariya. Dalam tulisannya di Medium, ia menjelaskan bahwa proyek tersebut dimulai sejak fase penyisihan grup dengan memanfaatkan kemampuan AI Claude untuk membangun sistem prediksi berbasis data historis sepak bola internasional.

"Saya meminta Claude untuk membuat sesuatu yang dapat diperbarui sesuai dengan data tersebut: sebuah sistem peringkat nyata untuk semua 48 tim, yang disesuaikan dengan riwayat pertandingan sebenarnya, diuji terhadap tiga Piala Dunia terakhir, dan dijalankan sebagai simulasi Monte Carlo hingga akhir babak penyisihan grup dan seluruh babak gugur 32 tim," tulis Vekariya.

Claude kemudian diminta mengumpulkan data pertandingan internasional resmi sepak bola putra sejak 1872, yang mencakup lebih dari 49.000 laga. Data tersebut meliputi pertandingan Piala Dunia, babak kualifikasi, turnamen kontinental, hingga laga persahabatan.

Dalam model yang digunakan, setiap hasil pertandingan memengaruhi peringkat tim berdasarkan tingkat kejutan hasil, selisih skor, serta pentingnya pertandingan. Laga Piala Dunia memiliki bobot yang jauh lebih besar dibandingkan pertandingan persahabatan.

Vekariya juga meminta Claude menguji model tersebut menggunakan pendekatan Elo dan simulasi Poisson terhadap Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022. Hasilnya menunjukkan tingkat akurasi sekitar 55 persen dalam memprediksi hasil pertandingan di tiga edisi tersebut.

Dari ribuan simulasi yang dijalankan, Spanyol muncul sebagai tim dengan peluang juara tertinggi. Sekitar satu dari setiap 3,4 simulasi berakhir dengan La Furia Roja mengangkat trofi. Argentina menempati posisi kedua, disusul Prancis, Inggris, Portugal, dan Jerman.

Menurut Vekariya, model tersebut juga menunjukkan bahwa Spanyol dan Argentina merupakan pasangan final yang paling sering muncul dalam simulasi. Pertemuan kedua tim terjadi dalam sekitar satu dari sebelas simulasi yang dijalankan.

"Jika semua 50.000 turnamen digabungkan, final yang paling sering terjadi, yaitu sekitar 1 dari setiap 11 simulasi, adalah Spanyol melawan Argentina. Ini adalah pasangan yang paling mungkin terjadi di panggung terbesar," ujarnya.

Meski demikian, Vekariya mengingatkan bahwa prediksi hanyalah gambaran probabilitas. Sejarah Piala Dunia menunjukkan tim favorit tidak selalu berhasil menjadi juara. Namun berdasarkan data dan simulasi yang dilakukan, Claude menempatkan Spanyol sebagai kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. (ap)
Read More

𝗦𝗽𝗼𝘁𝗶𝗳𝘆 𝗧𝗮𝗺𝗯𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗔𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗻 𝗔𝗜 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗣𝗿𝗲𝗺𝗶𝘂𝗺, 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗗𝗶𝗮𝗷𝗮𝗸 𝗗𝗶𝘀𝗸𝘂𝘀𝗶 𝗠𝘂𝘀𝗶𝗸

Juli 16, 2026 0
Spotify Tambahkan Asisten AI untuk Pengguna Premium, Bisa Diajak Diskusi Musik

Lensabali.id - Spotify menghadirkan pengalaman baru bagi penggunanya dengan meluncurkan fitur chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Talk to Spotify. Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan layanan streaming tersebut untuk menemukan musik, mengelola pemutaran lagu, hingga memperoleh informasi terkait konten yang sedang didengarkan.

Fitur Talk to Spotify saat ini tersedia bagi pelanggan Spotify Premium dan dapat diakses melalui halaman Home maupun Now Playing di aplikasi mobile Spotify.

Pengguna dapat berkomunikasi dengan chatbot tersebut melalui teks maupun perintah suara. Untuk percakapan suara, pengguna cukup mengetuk ikon mikrofon yang tersedia di dalam aplikasi.

"Dengan mengetik atau berbicara langsung di aplikasi, kalian dapat melakukan percakapan dua arah untuk memilih lagu yang ingin diputar, mencari informasi tentang musik yang kalian sukai, meninjau kembali riwayat mendengarkan lagu, dan mendalami podcast dan audiobook, tanpa harus meninggalkan Spotify," tulis Spotify dalam pengumumannya, seperti dikutip dari Engadget, Kamis (16/7/2026).

Spotify menjelaskan pengguna dapat memberikan berbagai perintah secara natural. Misalnya meminta rekomendasi musisi baru yang belum pernah didengar sebelumnya, lalu menyempurnakan hasilnya dengan instruksi tambahan seperti memasukkan lagu dari artis tertentu atau menyesuaikan suasana musik yang diinginkan.

Selain mencari musik, chatbot ini juga dapat membantu mengelola aktivitas mendengarkan. Pengguna dapat memberikan perintah seperti menyimpan lagu yang sedang diputar, menambahkannya ke antrean pemutaran, atau mengikuti artis favorit secara langsung melalui percakapan.

Spotify menilai kehadiran fitur ini akan membuat pengalaman menggunakan platform menjadi lebih personal karena sistem dapat memahami kebutuhan pengguna melalui interaksi yang lebih alami.

Kemampuan chatbot tidak terbatas pada musik. Pengguna juga dapat mengajukan pertanyaan mengenai podcast maupun audiobook yang sedang diputar, seperti mencari informasi tentang tanggal rilis lagu, karya lain dari seorang penulis, hingga riwayat kemunculan narasumber dalam podcast tertentu.

Saat ini Talk to Spotify masih digulirkan secara bertahap dalam versi beta untuk pelanggan Premium di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia. Fitur tersebut tersedia pada perangkat Android dan iPhone bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas.

Spotify juga mengingatkan bahwa fitur ini baru mendukung bahasa Inggris dan masih dalam tahap pengembangan. Karena itu, respons yang diberikan chatbot AI tersebut kemungkinan belum selalu sempurna dalam setiap percakapan. (ap)
Read More